Studi Kasus

Di zaman sekarang usaha clothing mudah ditemui dimana - mana dari pakaian, tas, sepatu, topi atau aksesoris lainnya. Dan yang mengonsumsi barang-barang clothing-an pun tergolong dari banyak kalangan, mulai dari remaja sampai orang tua. Clothing biasanya memproduksi barang yang diproduksi oleh sendiri, tetapi semakin banyak clothing, perkembangan dunia clothing tidak memungkiri juga munculnya industri yang mendukung usaha kecil yaitu industri sablon dan konveksi. Pergerakan industri clothing di Indonesia cukup pesat, dan memiliki banyak nama seperti Jakcloth, Bandcloth, Kickfest, Indie Cloth Expo dan event pameran lainnya yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia. Clothing biasanya digunakan dengan istilah clothing company.

Dalam suatu kasus yang saya ambil dari pengalaman saya sendiri adalah, suka sekali dengan barang barang yang di jual di gerai clothing di berbagai daerah, bisa dibilang cukup konsumtif akan hal itu, mungkin banyak faktor yang mendorong saya untuk selalu berperilaku konsumtif akan barang barang tersebut misalnya dari gaya hidup, lingkungan, maupun role model. Bahkan saya selalu menanti nantikan barang barang baru dari clothing dan sangat tidak dipungkiri, bahwa saya sampai menabung untuk membeli barang barang tersebut. Ssuatu ketika saya kepikiran akan sesuatu hal, saya kepikiran untuk tujuan yang sebenarnya dari barang barang tersebut, lalu secara harafiah saya tau fungsi dan tujuan barang tersebut, yaitu untuk dipakai dan menjadi akseseoris yang menempel pada tubuh kita, lalu saya tersadar, dengan barang banyak ini dan perilaku konsumtif saya ini, timbul hasrat untuk mempergunakannya dengan baik, hingga akhirnya saya langsung kepikiran untuk menjual barang barang tersebut dan membuka toko online, yang saya pikir bermanfaat untuk diri saya sendiri, karena dengan itu saya bisa belanja barang barang yang bnayak, lalu menjualkannya kembali, dan mendapatkan keuntungan.

Dari cerita saya diatas yang berdasarkan pengalaman pribadi, saya mulai menganalisis yang terjadi pada perilaku saya tersebut, sejak saya mengikuti kelas psikologi perilaku konsumen. Analisis saya sebagai berikut.

Dalam perilaku konsumen saya mengalami perubahan dalam budaya konsumen, seperti saya menyukai produk brand clothing karena beberapa faktor yaitu lingkungan, gaya hidup serta keputusan dalam membeli. Sehingga menimbulakan saya menjadi konsumtif akan produk brand clothing.

Dari lingkungan, awalnya saya mendapatkan ajakan dan informasi dari teman teman untuk mengenal barang clothing yang menimbulkan rasa keingintauan, dan ketertarikan akan barang clothing yang saya inginkan. Hal ini sesuai 

Sesuai dengan konsep perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi. (Sumarwan, 2002: 26).

Gaya hidup menunjukkan bagaimana seseorang menjalankan hidup dan membelanjakan uangnya. Gaya hidup dalam pandang ekonomi menunjukkan bagaimana seseorang individu mengalokasikan pendapatnya. 





 




Komentar