Peran Lingkungan Atau Sosial Pada Perilaku Konsumen

 

Hi guys, berjumpa lagi di Unfide Psychology Dictionary. Ditulisan kali ini kita akan membahas tentang "Peran lingkungan atau sosial pada perilaku konsumen" yeayyy, kira – kira bagaimana ya peran dari lingkungan maupun sosial mempengaruhi perilaku konsumen ? penasaran bukan ? yukk kita bahas !😀

Zaman sekarang merek dan produk merupakan bagian dari ekspresi sosial, tidak mengherankan jika orang dinilai dari merek dan produk yang mereka gunakan. Secara khusus, produk ataupun merek digunakan sebagai dasar untuk kesimpulan tentang ciri-ciri kepribadian orang (Shavitt & Nelson, 2000). Demikian pula, merokok, pilihan makanan, dan jumlah asupan makanan semuanya terbukti memengaruhi kesan sosial. Misalnya orang orang mulai merasa mudah untuk menebak atau mengetahui ciri-ciri kepribadian orang yang merokok dan bukan perokok (misalnya). Berbagai penelitian menemukan bahwa pemakan makanan yang lebih sehat dianggap lebih feminin dan secara umum dinilai lebih disukai daripada pemakan makanan yang tidak sehat (Herman, & Polivy, 2007).

Dalam buku Social Psychology Of Consumer  Behavior yang ditulis oleh Michaela Wanke, disitu dijelaskan bahwa, merek dapat membedakan anggota kelompok dari luar, Hal ini sering terjadi di kalangan remaja, di mana merek jeans dianggap menentukan kesejukan dan popularitas. Namun demikian, fenomena tersebut tidak terbatas pada budaya remaja, ada juga para orang dewasa Mendebat minuman pepsi dengan Cokke, tentu saja itu dilebih-lebihkan.

Singkatnya, perilaku konsumen digunakan sebagai isyarat pada persepsi orang. Kemungkinan besar, isyarat tersebut juga terwujud dalam perilaku terhadap konsumen.

Selain itu kita bisa online setiap hari, mengambil bagian dalam aktivitas, membeli produk atau layanan, atau berbagi sudut pandang kita dengan orang lain. Bayangin kalau hari-hari kita tidak banyak aktivitas, mungkin kita berencana untuk belajar di perpustakaan setelah kelas tetapi beberapa teman sekelas mengundang kita untuk pergi bersama mereka ke bioskop sehingga kita melakukannya. Atau seorang teman menunjukkan sobekan di ransel kita sehingga kita memutuskan untuk membeli yang baru, mencari gaya yang kita lihat di salah satu toko yang kita ikuti.

Hal yang seperti intervensi, ajakan, atau tanggapan dan komentar orang berpengaruh pada cara kita memilih, memutuskan perilaku kita selanjutnya dan mengambil keputusan tersebut kita mesti menyesuaikan diri. Dalam bukunya, Fashion Forecasting, Ellen Brannon menulis tentang keseimbangan yang harus dilakukan seseorang ketika mencoba untuk hidup di saat ini, yang sering kali melibatkan upaya untuk menyesuaikan diri (mungkin dengan meniru orang lain) dan, pada saat yang sama, keinginan untuk menunjukkan keunikan. 1

Kita semua terlibat dalam perilaku yang berbeda, yang tampaknya kontradiktif ini, upaya untuk menyesuaikan dan menonjol. Banyak kekuatan sosial dapat mengarahkan timbangan ke satu sisi atau sisi lain, dan kita sebagai penjual harus melakukan yang terbaik untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menggunakan kekuatan tersebut untuk kepentingan organisasi, bisnis dan konsumen yang ingin kita tarik.

Dalam konteks pemasaran, pengaruh sosial mengacu pada informasi atau tekanan yang diberikan atau diberikan oleh individu, kelompok, atau jenis media kepada konsumen. Variabel dan tekanan terkait (teman, jejaring sosial, pemasar, politisi, TV, radio, dan sebagainya) ikut bermain antara momen stimulasi dan tindakan yang dihasilkan.

Misalnya, seorang penjual yang tertarik untuk mempercepat proses pembelian yang digunakan orang-orang saat membeli mobil baru ingin mengidentifikasi pemicu pembelian yang sesuai untuk pelanggan sasaran, menentukan siapa ( individu atau kelompok) di sekitar target pelanggan memiliki pengaruh paling besar, jenis pengaruh apa yang mereka berikan, dan bagaimana pengaruh tersebut mempengaruhi pembelian akhir. Dalam buku Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, profesor pemasaran J. Paul Peter dan Jerry C. Olson membahas bagaimana interaksi sosial langsung (misalnya, komunikasi langsung) dan tidak langsung (misalnya, observasi) memengaruhi perilaku konsumen.2

Dalam buku The Why of the Buy Consumer Behavior and Fashion Marketing menyebutkan tiga tanggapan terhadap pengaruh sosial; penemuannya masih berlaku sampai sekarang. Dia mengklasifikasikan tanggapan sebagai berikut, formity, yang terjadi ketika seseorang berperilaku seperti orang lain untuk diterima atau merasa seperti "salah satu kelompok"; kepatuhan, ketika seseorang memilih untuk melakukan sesuatu karena dia diminta untuk melakukannya; dan ketaatan, ketika seseorang dengan tegas mematuhi perintah dari orang atau kelompok yang lebih terpandang

Terkadang orang melakukan sesuatu hanya karena "hanya ini caranya" pada saat itu. Jika kita mengikuti pola, mungkin kita tahu bahwa kita akan dihargai dengan penerimaan dan penghargaan. Ini disebut sebagai pengaruh sosial normatif, jenis tekanan yang menuntut seseorang untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain. Kita mungkin menyesuaikan diri untuk menghindari penolakan atau untuk mendapatkan penerimaan. Dalam buku Why of the Buy Consumer Behavior and Fashion juga menulis, bahwa masyarakat menetapkan standar perilaku, mengevaluasi kinerja selanjutnya, dan menggunakan penghargaan atau hukuman sebagai tanggapan atas kinerja, Contoh pengaruh sosial normatif mudah dilihat, seperti Orang sering kali mengenakan pakaian yang mereka yakini akan memberi mereka penerimaan yang lebih besar. Misalnya, seorang wirausahawan muda mungkin percaya bahwa setelannya yang disesuaikan dengan baik membantunya untuk dilihat sebagai orang dewasa yang matang dan pebisnis yang serius dan sukses di sebuah acara kamar dagang, Lalu teman yang bersosialisasi di klub dapat memesan minuman jenis yang sama. Atau pembelanja mungkin memilih hadiah tertentu karena ekspektasi yang diungkapkan penerima, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam arti tertentu, masyarakat kita telah "memprogram" kita (melalui orang tua dan kerabat, teman, majikan, dan anggota lembaga seperti tempat ibdah dan sekolah) untuk percaya bahwa ketika kita memenuhi harapan orang lain, hal-hal baik terjadi. Kesesuaian bisa menjadi agen perubahan yang sangat kuat (sesuatu atau seseorang yang memotivasi perubahan), karena kita sering memodifikasi sikap, tindakan, keyakinan, dan nilai kita sehingga lebih sejalan dengan kelompok sosial utama kita dan orang tua atau figur otoritas yang dihormati.

Sebaliknya, terkadang kita memilih untuk tidak menyesuaikan diri karena berbagai alasan, seperti ingin membedakan diri kita dari kelompok yang sama ini. Di sisi lain, orang mencari panduan dan arahan khusus untuk membuat pilihan yang tepat. Pengaruh sosial informasional memengaruhi kita saat kita meniru perilaku orang lain karena mereka secara langsung atau tidak langsung menawarkan informasi untuk membantu dalam pengambilan keputusan kita. “Pemeriksaan sosial” adalah istilah lain yang menjelaskan jenis pengaruh ini.

Maka kesimpulan yang bisa kita dapat adalah, intervensi, ajakan, atau tanggapan dan komentar orang berpengaruh pada cara kita memilih, memutuskan perilaku kita selanjutnya dan mengambil keputusan tersebut kita mesti menyesuaikan diri, Maka dari banyaknya kekuatan sosial yang dapat mengarahkan timbangan ke satu sisi atau sisi lain, membuat kita sebagai penjual harus melakukan yang terbaik untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menggunakan kekuatan tersebut untuk kepentingan organisasi, bisnis dan konsumen yang ingin kita tarik.

Sekian dan terima kasih untuk para pembaca, semoga tulisan ini bisa menjadi refrensi kalian dalam hal berbisnis maupun hal yang lain, silahkan tinggalkan komentar, saran, atau kritik yaa guys.

Dan terakhir, jangan lupa untuk follow instagram @unfide.store disitu kalian akan disuguhin pilihan - pilhan barang barang branded keren yang murah, dan yang pasti original 😍😍

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, bai guys 😘😘


Referensi :

Herman. P. Polivy. J. (2007) Is the body the self? Women and body image

Michaela.W. (2009). Social Psychology of Consumer Behavior

Rath. P. M., Bay. S., Petrizzi. R., Gill. P. (2015) The Why Of The Buy

Shavitt. S. Nelson. M. R. (2000) The socisl identify function in person perception

Komentar