Konsumen Sebagai Individu

 


Hi guys, berjumpa lagi di Unfide Psychology Dictionary. Ditulisan kali ini kita akan membahas tentang "Konsumen Sebagai Individu" yeayyy, bagaimana ? tidak sabar bukan ? yuk kita mulai !😀

Pernahkah kalian berpikir kenapa kita bersekolah ? bekerja ? berbisnis ? berbelanja ? berdandan ? merawat diri ? Pernahkah kalian berpikir tentang apa yang kalian inginkan sebenarnya ? jika bersekolah lalu kalian pintar, kalian kerja lalu mendapatkan upah, dan seterusnya, lalu apa ? apa selanjutnya ?.
Hal tersebut tentu membuat kalian berfikir kembali "iya ya, lalu apa ya ?" nah tentu jawabannya adalah kepuasan, dan kepuasan berasal dari kebutuhan, kebutuhan inilah yang membuat kita sebagai manusia untuk selalu mengusahakan dan memperoleh sesuatu yang kita butuhkan, setelah kita mendapatkannya lalu kita merasa puas. 

Dari paragraf diatas dapat disimpulkan Konsumen dipengaruhi secara internal tidak hanya oleh eksternalnya saja tetapi juga oleh konsep diri mereka. Konsep diri sering diterjemahkan ke dalam gaya hidup seseorang, atau cara dia menjalani hidupnya, yang dia ciptakan dengan membelanjakan (atau tidak membelanjakan). Tentu dalam konsep diri terdapat yang namanya motivasi, dan motivasi adalah kebutuhan terus-menerus yang menggerakkan dan memberi energi pada tujuan jangka panjang konsumen, dan itu memainkan peran serius dalam perilaku konsumen. 

Dalam buku Consumer Behavior For Dummies yang ditulis oleh Laura, A, Lake ditulis, untuk memahami motivasi konsumen Anda, Anda harus memahami apa yang memotivasi mereka secara umum, motivasi yang bisa berupa rasa lapar, seks, rasa ingin tahu, keamanan, kekuasaan, dan sebagainya, dan itu dimulai dengan adanya stimulus yang memicu pengenalan akan suatu kebutuhan.
Motivator konsumsi meliputi status, penerimaan sosial, keamanan, atau individualitas. Ini dan motivasi lainnya tidak disadari dan dapat dipicu atau diperkuat oleh pesan dari pemasaran yang kita buat.

Saat memikirkan tentang apa yang memotivasi pelanggan kita, mari kita  pertimbangkan lima motivator utama yang dialami dan bereaksi terhadap konsumen versi buku dari Laura, A, Lake :
- Kebutuhan dasar: Kebutuhan dasar adalah motivator yang mudah dipahami karena itulah yang dibutuhkan setiap orang untuk bertahan hidup; contohnya adalah makanan, dan air. Konsumen tidak ingin membayar ekstra untuk kebutuhan dasar. Guys, Jika pelanggan kita dimotivasi oleh kebutuhan dasar, harga akan menjadi faktor utama dalam pembelian.
- Kenyamanan: Sebagai motivator, kenyamanan adalah tentang menghemat waktu, tenaga, dan uang. Misalnya, seseorang yang mencari pembantu rumah tangga mungkin termotivasi oleh kenyamanan, karena tindakan mempekerjakan pembantu rumah tangga menunjukkan bahwa orang tersebut tertarik untuk menghemat waktu dan memudahkan kehidupan sehari-hari. Membayar untuk kenyamanan adalah hal biasa dalam masyarakat saat ini.
Nah guys, tentu kenyamanan memberi orang kesempatan untuk menghabiskan lebih sedikit waktu pada hal-hal yang tidak mereka sukai dan menghabiskan waktu, uang, dan usaha pada hal-hal yang mereka sukai.
- Keamanan / keselamatan: Motivator yang kuat ini adalah tentang ketenangan pikiran; itu dipicu oleh ketakutan akan hal-hal yang tidak diketahui dan hal-hal yang tidak terkendali dalam hidup. Semua orang ingin merasa aman dan terlindungi. Motivasi inilah yang mendorong konsumen untuk membeli asuransi, penyiram kebakaran, detektor asap, atau alarm keamanan.
- Citra diri / ego: Meskipun tidak ada yang suka mengakuinya, setiap orang memiliki ego. Orang suka terlihat baik, merasa baik, dan dicemburui oleh orang lain. Motivator ini sangat didorong oleh emosi, dan keputusan pembelian yang dipicu oleh motivator ini bukanlah keputusan logis - keputusan itu didasarkan pada emosi.
Motivator citra-diri selalu membawa serta perasaan; itu membuat konsumen terlihat baik, yang sebaliknya membuat dia merasa baik. Misalnya, Anda dapat membeli mobil yang Anda tahu akan menarik perhatian pengemudi lain, atau Anda dapat membeli rumah di lingkungan tertentu karena itu menunjukkan bahwa Anda baik-baik saja. Dan tentu motivasi ini bisa sangat kuat.

Dalam buku The Way Of The Buy Patricia Mink Rath, Stefani Bay, Richard Petrizzi, dan Penny Gill mereka setuju bahwa perilaku manusia dapat dipahami dan dapat mengakses serta menafsirkan dinamika ini dengan menggunakan metode yang sesuai, buku tersebut mulai mengenali bahwa ada pola tertentu dalam perilaku pembelian konsumen, dan pola ini dapat dipengaruhi dengan menerapkan strategi pemasaran yang relevan. Dengan kata lain, pemasar mampu menciptakan motif atau memotivasi pelanggan, mereka dapat mendorong, menghasut, atau menggerakkan seseorang untuk bertindak, dan dalam hal ini, tindakan tersebut adalah membeli. Baik "motif" dan "memotivasi" berasal dari kata Latin "motivus", yang berarti "bergerak atau ditimbulkan bergerak". Dengan kata lain, motivasi adalah hasil dari kekuatan yang bekerja pada atau dalam diri seseorang untuk memulai atau mengaktifkan perilaku tertentu. Kekuatan ini dapat bersifat fisiologis (misalnya, kelaparan mengaktifkan keinginan untuk makan), psikologis (misalnya, kesedihan menimbulkan air mata), atau lingkungan (misalnya, badai menggerakkan orang untuk mencari perlindungan). Dan perilaku yang ingin diaktifkan atau dimulai oleh pemasar adalah pembelian produk tertentu

Sebagai contoh untuk lebih memahami motivasi, berikut saya berikan. Saya masuk ke toko yang terkenal dengan peralatan olahraga mutakhirnya. Apa yang membawa saya ke sini? saya bisa saja didorong oleh beberapa alasan seperti saya ingin meningkatkan stamina. saya ingin menambah massa otot, saya berdiet dan ingin menjaga kebugaran saat berat badan turun, dan saya memutuskan untuk berolahraga di rumah. Toko tersebut saat ini menawarkan beberapa diskon besar. Teman-teman saya menyebutkan bahwa saya terlihat sedikit lemah. Salah satu atau semua alasan ini mungkin menjadi kekuatan motivasi di balik keinginan saya untuk membeli peralatan kebugaran, dan semuanya memiliki satu kesamaan,teman teman saya menyebabkan saya mengalami ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan itu disebut sebagai rangsangan, suatu kekuatan energi yang menyebabkan keadaan ketegangan atau gairah. untuk diskusi tentang karakteristik rangsangan. Ketegangan ini telah menciptakan kebutuhan saya, suatu keadaan ketidaknyamanan internal yang membutuhkan solusi. saya mencoba mencari solusi yang akan meredakan perasaan ini dan memberikan sedikit kelegaan, saya mencoba untuk memuaskan kebutuhan ini sehingga saya bisa mengalami kesenangan sebagai gantinya. Dengan memusatkan perhatian pada tujuan, hasil atau akhir tertentu (yang dalam hal ini sedang dalam bentuk), saya berusaha untuk menghilangkan ketidaknyaman tersebut. saya berharap ini akan tercapai dengan pembelian alat fitnes, sehingga dibutuhkan kepuasan, pengalaman akan kesenangan.

Hal tersebut menunjukkan, bahwa motivasi sangat penting dalam menentukan sikap serta pilihan dalam hidup seseorang, hal ini membuat kita sebagai penjual harus memiliki sasaran yang tepat dalam berjualan, Sasaran adalah hasil yang diinginkan dari perilaku yang didorong oleh motivasi. Sasaran umum yaitu, kelas atau kategori sasaran secara umum yang dipandang konsumen sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan mereka. Contoh, keinginan untuk mencapai sarjana adalah sasaran umum, tetapi bila mengatakan ingin memperoleh gelar sarjana psikologi adalah sasaran khusus. Para pemasar harus  lebih memperhatikan berbagai sasaran produk khusus, yaitu berupa berbagai produk dengan merek khusus yang dipilih konsumen sebagai sasaran mereka. 

Sebagai tambahan, Dalam makalah berjudul Hukum BISN 001 ysng di terbitkan oleh Universitas Udayana tertulis Ada beberapa  metode yang umum digunakan untuk mengenali dan “mengukur” motif manusia: observasi dan dugaan, laporan subyektif, dan riset kualitatif. Dan Tentu tidak ada diantara semua metode ini yang benar-benar dapat diandalkan secara sendiri-sendiri. Karena itu, para peneliti sering menggunakan gabungan dua atau tiga teknik untuk menilai adanya kekuatan berbagai motif konsumen. Riset motivasi tentu merupakan riset kualitatif yang direncanakan untuk mengadakan riset di bawah tingkat kesadaran konsumen. Walaupun ada beberapa kelemahan, riset motivasi terbukti sangat berharga bagi para pemasar berkaitan dengan usaha untuk mengembangkan berbagai gagasan baru dan daya tarik naskah iklan yang baru.

Jadi kesimpulan dari tulisan kali ini "menurut opini saya ya". Sebagai produsen atau penjual, maka kita perlu mengetahui cara-cara mengenali dasar kebutuhan konsumen serta motivasi yang ada pada konsumen. Hal ini diperlukan agar kebutuhan konsumen tersebut dapat kita buat menjadi peluang dalam bisnis kita, terlebih dalam hal pemasaran. Jika kita dapat mengetahui kebutuhan, serta motivasi  konsumen, maka hal tersebut akan menjadi catatan penting bagi penjualan dan bisnis kita.

Sekian dan terima kasih untuk para pembaca, semoga tulisan ini bisa menjadi refrensi kalian dalam hal berbisnis maupun hal yang lain, silahkan tinggalkan komentar, saran, atau kritik yaa guys.
Dan terakhir, jangan lupa untuk follow instagram @unfide.store disitu kalian akan disuguhin pilihan - pilhan barang barang branded keren yang murah, dan yang pasti original 🥰🥰
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, bai guys 😘😘

REFERENSI :

Lake.L.A  (2009) Consumer Behavior For Dummies
Rath. P. M., Bay. S., Petrizzi. R., Gill. P. (2015) The Why Of The Buy
Universitas Uudayana (2017) Hukum BISN 001.


Komentar