Hi guys, perkenalkan nama pena saya owner unfide.store, kenapa mesti demikian, karena baru baru ini saya mulai membuka usaha jualan online dengan nama toko yaitu unfide.store, kalian bisa cek di instagramnya @unfide.store, disitu banyak barang barang branded keren yang murah dan pastinya original. Hahaha, jadi promosi kan, kita lanjut ya perkenalannya, nama asli saya adalah michael cris carlo, saya adalah mahasiswa semester 5 fakultas psikologi universitas pancasila. Dan kali ini kita akan membahas tentang perilaku konsumen atau biasa orang orang menyebutnya consumer behavior (biar keren).
Perilaku konsumen adalah sebuah kegiatan yang berkaitan erat dengan proses pembelian suatu barang atau jasa. Mungkin kalian sedikit bingung, perilaku seperti apa yang dimaksud atau dikategorikan ke dalam perilaku konsumen, melalui ulasan artikel ini, saya akan membahas mengenai perilaku konsumen dari 2 buku yang berbeda, yukk kita mulai. 😁😁
Consumer behavior menurut Laura A. Lake dalam buku berjudul Consumer Behavior For Dummies adalah Perilaku konsumen tentang individu dan aktivitas yang berlangsung untuk memenuhi kebutuhan mereka yang disadari, kepuasan ini tentu berasal dari proses yang digunakan dalam memilih, mengamankan, menggunakan produk atau layanan, dan manfaat yang diterima dari proses tersebut. Dengan kata lain, ketika seseorang menyadari bahwa dia mempunyai kebutuhan, proses psikologis memulai proses keputusan konsumen. Melalui proses ini, orang akan berusaha menemukan cara untuk memenuhi kebutuhan yang telah worth it menurut orang tersebut. Tentu proses itu mencakup pikiran, perasaan, serta perilaku individu. Sederhananya begini guys kalian dapat menganggap perilaku konsumen sebagai proses yang menentukan mengapa, apa, siapa, kapan, dan bagaimana dari apa yang dibeli orang, atau tepatnya konsumen.
Sama seperti definisi perilaku konsumen dari Schiffman dan Kanuk mereka menjelaskan bahwa Perilaku konsumen adalah suatu proses yang dilalui oleh seorang pembeli dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi serta bertindak pada konsumsi produk dan jasa, maupun ide yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seseorang tersebut. Perilaku konsumen atau consumer behavior ini tentu memberikan banyak informasi tentang individu yang membeli produk dan layanan kalian. Saat kalian memahami konsumen, kalian dapat berbicara langsung dengannya dan kebutuhannya. Komunikasi khusus ini tidak hanya meningkatkan kemampuan konsumen untuk memahami nilai produk kalian, tetapi juga meningkatkan penjualan.
Konsumen membeli apa yang mereka pahami dan nilai yang mereka lihat. dan jika kalian tidak memahami konsumen, bagaimana kalian bisa memasarkan kepada mereka? menurut Laura A. Lake dalam buku berjudul Consumer Behavior For Dummies, perusahaan sering kali gagal memperoleh pemahaman tentang apa yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen sebelum mereka benar-benar membuat strategi pemasaran, Mereka kurang pengetahuan tentang apa yang mempengaruhi konsumen mereka. Jadi menurut buku ini juga kita mesti ingat bahwa evaluasi dan pemahaman perilaku konsumen harus selalu datang sebelum pengembangan strategi atau rencana pemasaran.
Dalam buku The Why Of The Buy yang ditulis oleh Patricia Mink Rath, Stefani Bay, Richard Petrizzi, dan Penny Gill ditulis bahwa, di pasar pembeli, situasi pasar di mana terdapat lebih banyak penjual daripada pembeli, kelebihan penawaran atas permintaan menghasilkan harga yang lebih rendah bagi konsumen, artinya pembeli bisa lebih selektif dalam melakukan pembelian karena ada banyak pilihan yang tersedia bagi mereka. Karena pembeli memiliki pengaruh lebih besar dalam situasi ini, mereka dapat mengajukan lebih banyak permintaan kepada perusahaan selama siklus pasar pembeli, seperti menuntut lebih banyak layanan dan kualitas yang lebih tinggi. Banyak yang mengatakan bahwa pembeli menginginkan barang dagangan berkualitas dan banyak pilihan.
Dan di buku ini juga dijelaskan, orang orang menginginkan barang yang tidak dapat mereka temukan di toko lain, barang tidak biasa yang ditanyakan oleh teman, "Di mana Anda menemukannya?" dan itu semua harus dibungkus dengan tingkat layanan yang diharapkan. Dalam buku ini juga dijelaskan, di sisi lain yaitu pasar penjual adalah situasi pasar di mana terdapat lebih banyak pembeli daripada penjual, peningkatan permintaan dan penawaran yang rendah menghasilkan harga yang lebih tinggi. Sederhananya, begini guys banyak orang menginginkan suatu produk, tetapi persediaan yang terbatas memberikan keuntungan kepada penjual sehingga mereka dapat mengenakan biaya lebih.
Jadi kesimpulan dari tulisan kali ini "menurut opini saya ya". Sebagai produsen atau penjual, maka kita perlu mengetahui cara-cara mengenali masalah konsumen serta kebutuhan konsumen. Hal ini diperlukan agar masalah yang dialami oleh konsumen dan kebutuhan konsumen tersebut dapat kita ubah menjadi sebuah peluang. Jika kita dapat memperbaiki kekurangan penjualan atau mengetahui hal apa yang sering menjadi masalah konsumen, maka hal tersebut akan menjadi perbaikan bagi penjualan dan bisnis kita.
Sekian dan terima kasih untuk para pembaca, semoga tulisan ini bisa menjadi refrensi kalian dalam hal berbisnis maupun hal yang lain, silahkan tinggalkan komentar, saran, atau kritik yaa guys.
Dan terakhir, jangan lupa untuk follow instagram @unfide.store disitu kalian akan disuguhin pilihan - pilhan barang barang branded keren yang murah, dan yang pasti original 🥰🥰
Sampai jumpa di tulisan selanjutnya, bai guys 😘😘
REFERENSI :
Lake.L.A (2009) Consumer Behavior For Dummies
Rath. P. M., Bay. S., Petrizzi. R., Gill. P. (2015) The Why Of The Buy

Referensi nya typo
BalasHapusTerima kasih atas koreksinya kk
Hapus